BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perhatikan
gambar tumbuhan putri malu (Mimosa
pudica) di samping ini! Tumbuhan ini umumnya tumbuh di antara
rumput-rumputan. Mungkinsecara tidak sengaja, kalian pernah
menyentuhnya. Apakah yang terjadi
pada daun-daun tumbuhan tersebut setelah tersentuh?
Tumbuhan putri malu akan segera mengatupkan daunnya satu
per satu. Mengatupnya daun-daun putri malu setelah tersentuh merupakan salah
satu cirimakhluk hidup (organisme)
yang ditunjukkannya, yaitu bergerak. Gerak yang terjadi pada tumbuhan
disebabkan oleh adanya rangsangan yang diterimanya, baik dari factor dalam
maupun dari faktor luar. Gerak ini terjadi dengan sangat lambat, tetapi memberikan
petunjuk pula bahwa tumbuhan memiliki kemampuan untuk menanggapi rangsangan atau
memberikan reaksi terhadap rangsangan yang diterimanya (iritabilitas).
Pada tumbuhan putri malu tersebut, rangsangan yang
diterimanya adalah sentuhan. Sentuhan menyebabkan terjadinya respon pada
tumbuhan, berupa gerakan mengatupkandaun-daunnya. Ada berbagai macam pengaruh rangsangan yang
diterima dan diresponoleh tumbuhan. Inilah yang akan kita pelajari pada bahasan
ini. Setiap makhluk hidup (organisme) mampu menerima dan menanggapi rangsangan
yangdisebut IRITABILITAS.
Salah satu bentuk tanggapan yang umum dilakukan berupa
gerak. Gerak adalah perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh sebagai respon yang diberikan terhadap rangsangan dari lingkungan dan akibat adanya pertumbuhan. Gerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan manusia.
gerak. Gerak adalah perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh sebagai respon yang diberikan terhadap rangsangan dari lingkungan dan akibat adanya pertumbuhan. Gerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan manusia.
Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak
memerlukan adanya pindah tempat (tetap berada di tempat tumbuhnya).Gerak dapat
terjadi karena adanya pengaruh rangsangan (stimulus).
Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya
suatu gerak pada tumbuhan, antara lain:
cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan
tersebut, ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada
pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan.
Rangsangan yang menentukan arah gerak akan
menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau
menjauhi sumber rangsangan. Pada tumbuhan, rangsangan
disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata) yang masuk ke dalam sel melalui
celah antar sel (noktah) yang terdapat pada dinding sel.
disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata) yang masuk ke dalam sel melalui
celah antar sel (noktah) yang terdapat pada dinding sel.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas adapun
rumusan masalah yang diambil adalah :
1. Bagaimana
sistem gerak pada tumbuhan?
2. Ada berapa macam gerak pada tumbuhan berdasarkan
arah responnya?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme
sistem gerak pada tumbuhan
2. Untuk mengetahui ada berapa macam gerak pada
tumbuhan berdasarkan arah responnya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Gerak Endonom
Gerak endonom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan atau
faktor-faktor yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak endonom
disebut juga autonom.
Macam-macam
gerak endonom, yaitu:
- Nutasi :
Gerak spontan dari tumbuhan yang tidak disebabkan adanya rangsangan dari
luar.
Misalnya:
Gerakan aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata.
Gerakan aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata.

- Higroskopis :
Gerak
bagian tumbuhan yang terjadi karena adanya perubahan kadar air pada tumbuhan
secara terus menerus, akibatnya kondisi menjadi sangat kering pada kulit buah
atau kotak spora sehingga kulit biji atau kotak spora pecah.
Misalnya:
Pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, kembang merak, kacang buncis, kacang kedelai). Hal ini disebabkan berkurangnya air pada kulit buah. Kulit buah menjadi kering, retak dan akhirnya pecah sehingga bijinya terpental ke luar. Pecahnya kulit buah dan terpentalnya biji sebenarnya merupakan cara tumbuhan tersebut memencarkan alat perkembangbiakannya. Gerak higroskopis juga terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta) dan lumut (Bryophyta).
Pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, kembang merak, kacang buncis, kacang kedelai). Hal ini disebabkan berkurangnya air pada kulit buah. Kulit buah menjadi kering, retak dan akhirnya pecah sehingga bijinya terpental ke luar. Pecahnya kulit buah dan terpentalnya biji sebenarnya merupakan cara tumbuhan tersebut memencarkan alat perkembangbiakannya. Gerak higroskopis juga terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta) dan lumut (Bryophyta).
2.2 Gerak Etionom
Gerak etionom merupakan reaksi
gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar tubuh tumbuhan.
Gerak etionom disebut juga dengan gerak esionom. Rangsangan itu dapat berupa:
·
cahaya
·
sentuhan
·
suhu
·
air
·
gravitasi bumi
·
zat kimia
·
dan sebagainya.
Organ tumbuhan yang memberikan respon
terhadap rangsangan tersebut adalah: akar, batang, daun, bunga, buah atau
bagian dari organ tumbuhan tersebut. Berdasarkan arah respon, gerak etionom
dibedakan menjadi:
1.
gerak tropisme
2.
gerak nasti
3.
gerak taksis
1.
Gerak
Tropisme
Gerak Tropisme
adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya
rangsangan. Tropisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope,
yang berarti membelok. Bila gerakannya mendekati arah rangsangan disebut tropisme
positif sedangkan jika gerak responnya menjauhi arah datangnya rangsangan
disebut tropisme negatif.
Contoh:
1. Gerak
batang tumbuhan ke arah cahaya,
2. Gerak
akar tumbuhan ke pusat bumi,
3. Gerak
akar menuju air, dan
4. Gerak
membelitnya ujung batang atau sulur pada jenis tumbuhan bersulur.
Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme
dibedakan menjadi:
1.
Fototropisme
Fototropisme adalah gerak tropisme
yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Fototropisme
disebut juga heliotropisme. Fototropisme merupakan adaptasi
tumbuhan untuk mengarahkan tajuknya ke arah cahaya matahari yang sangat penting
untuk berlangsungnya proses fotosintesis.
Selain
itu, fototropisme ini berkaitan erat dengan zat tumbuh yang terdapat
pada ujung tumbuhan yang disebut auksin. Pada sisi batang yang terkena
cahaya, zat tumbuh lebih sedikit daripada sisi batang yang tidak terkena
cahaya. Akibatnya, sisi batang yang terkena cahaya mengalami pertumbuhan lebih
lambat daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya sehingga batang membelok
ke arah cahaya.

Gerak Fototropisme
2.
Geotropisme
Geotropisme adalah gerak tropisme yang
disebabkan oleh rangsangan gaya
gravitasi bumi. Geotropisme disebut juga gravitropisme. Geotropisme
positif jika gerak responnya menuju ke bumi atau menuju ke bawah, Misalnya:
gerak pertumbuhan akar. Geotropisme negatif jika gerak responnya menjauhi bumi
atau menuju ke atas, Misalnya: gerak pertumbuhan batang.
3.
Hidrotropisme
Hidrotropisme
adalah gerak tropisme yang disebabkan adanya rangsangan berupa air. Jika gerakan
itu mendekati air maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, gerak akar
tanaman tumbuh bergerk menuju tempat yang banyak airnya ditanah seperti gerakan
akar kaktus untuk mencari air.. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebut
hidrotropisme negatif. Misal,gerak
pucuk batang tumbuhan yang tumbuh keatas air.
Contoh gerak Hidrotropisme →
4.
Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak tropisme yang
disebabkan adanya rangsangan berupa zat kimia. Jika gerakannya Mendekati zat
kimia tertentu disebut kemotropisme positif. Misalnya : Gerakan akar yang
menuju unsur hara atau pupuk dalam tanah. Jika gerakannya menjauhi zat kimia
tertentu disebut kemotropisme negative. Misalnya : Gerakan akar yang menjauhi
racun.

Contoh gerak Kemotropisme →
5.
Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah gerak tropisme yang
disebabkan adanya rangsangan berupa sentuhan benda yang lebih keras. Misalnya:
Gerak pada tumbuhan yang memiliki sulur. Apabila sulurnya menyentuh benda keras
seperti tonggak kayu, maka akan terjadi kontak sehingga sulur akan melilit kayu
tersebut. Adanya sentuhan merangsang sel-sel tumbuh dengan kecepatan yang
berbeda. Pertumbuhan sel-sel pada daerah yang bersentuhan lebih lambat daripada
sel-sel pada bagian lainnya sehingga memungkinkan sulur dapat tumbuh melilit. Tigmotropisme
memungkinkan tumbuhan memanjat dengan bantuan objek lain sebagai penyangga
pada waktu tumbuh ke arah cahaya matahari.
2.
Gerak Nasti
Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan
namun arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Kata nasti
berasal dari bahasa Yunani, yaitu nastos yang berarti dipaksa mendekat. Oleh
karena itu, arah gerak dari bagian tubuh tumbuhan yang melakukan gerak nasti
ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri.
Contoh:
·
Menutupnya daun putri malu dan tumbuhan Venus
karena sentuhan
·
Menutupnya daun-daun majemuk pada tanaman polong-polongan
saat malam hari
·
Membuka dan menutupnya bunga pukul empat
·
Membuka serta menutupnya stomata
Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, gerak nasti
dibedakan menjadi:
1.
Fotonasti
Fotonasti
adalah gerak nasti pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan cahaya
matahari. Misalnya:
·
Bunga pukul sembilan yang mekar sekitar pukul
sembilan.
·
Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) yang akan
mekar pada sore hari dan menutup esok paginya.
Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) yang akan
mekar pada sore hari dan menutup esok paginya.
2.
Niktinasti
Niktinasti
adalah gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap. Istilah
niktinasti berasal dari bahasa Yunani, nux yang berarti malam.
Umumnya, daun-daun tumbuhan polong-polongan (Leguminosaceae) akan
menutup pada waktu malam. Daun-daun tersebut akan membuka kembali pada pagi
hari. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun tersebut
dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian
daun.
Misalnya:
Gerak tidur daun pohon turi di malam hari, yang mengatupkan daunnya saat hari
mulai gelap.


Daun turi yang terbuka Daun turi yang tertutup
3. Tigmonasti
Tigmonasti
adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan mekanis berupa
sentuhan atau tekanan. Istilah tigmonasti berasal dari bahasa Yunani,
yaitu thigma yang berarti sentuhan. Gerak tigmonasti disebut
juga dengan seismonasti.
Misalnya:
Gerak mengatupnya daun putri malu karena terkena sentuhan. Respon mengatup (seperti layu) akan terjadi dalam waktu singkat sekitar 1-2 detik. Untuk kembali ke posisi semula, tumbuhan putri malu membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit. Mekanisme gerak ini juga disebabkan oleh pengaruh perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun.
Gerak mengatupnya daun putri malu karena terkena sentuhan. Respon mengatup (seperti layu) akan terjadi dalam waktu singkat sekitar 1-2 detik. Untuk kembali ke posisi semula, tumbuhan putri malu membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit. Mekanisme gerak ini juga disebabkan oleh pengaruh perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun.

Mimosa pudica
4. Termonasti
Termonasti
adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan suhu. Misalnya;
Mekarnya bunga tulip pada saat suhu udaranya sesuai. Bunga-bunga tersebut mekar jika mendadak mengalami kenaikan temperature, dan akan menutup kembali bila temperatur menurun.
Mekarnya bunga tulip pada saat suhu udaranya sesuai. Bunga-bunga tersebut mekar jika mendadak mengalami kenaikan temperature, dan akan menutup kembali bila temperatur menurun.

Bunga tulip
5. Haptonasti
Haptonasti adalah gerak nasti
yang terjadi pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh
sentuhan serangga. Misalnya : Menutupnya daun tanaman kantung semar dan Venus
ketika tersentuh serangga kecil. Jika seekor serangga mendarat di permukaan
daun, daun akan cepat menutup. Akibatnya, serangga tersebut terperangkap dan tidak
dapat keluar.
Contoh gerak Haptonasti →
6. Nasti
Kompleks
Nasti
kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor
sekaligus. Rangsangan yang diterima dapat berupa: cahaya matahari, suhu, air
dan zat kimia. Misalnya : Gerak membuka dan menutupnya sel-sel penjaga pada stomata


Stomata terbuka Stomata tertutup
3. Gerak Taksis
Taksis adalah gerak
seluruh atau bagian tubuh tumbuhan yang berpindah tempat dan arah
perpindahannya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Ditinjau dari macam
sumber rangsangannya, taksis dibedakan menjadi:
1. Fototaksis
Fototaksis
adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan berupa
cahaya. Misalnya : Klorofil (zat hijau daun) yang bergerak menuju arah
datangnya cahaya
2. Kemotaksis
Kemotaksis
adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsangan berupa zat kimia.
Misalnya : Spermatozoa yang bergerak menuju sel telur pada peristiwa pembuahan
(metagenesis) tumbuhan lumut (Bryophyta). Sel telur (ovum)
mengeluarkan zat kimia (gula dan protein) yang dapat merangsang spermatozoa
untuk bergerak mendekatinya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak
memerlukan adanya pindah tempat (tetap berada di tempat tumbuhnya).Gerak dapat
terjadi karena adanya pengaruh rangsangan (stimulus).
Berdasarkan sumber
rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1. Gerak endonom :
Macam-macam
gerak endonom, yaitu: Nutasi dan Higroskopis
2. Gerak etionom.
Berdasarkan arah respon, gerak etionom
dibedakan menjadi:
1. Gerak tropisme
2. Gerak nasti
3. Gerak taksis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perhatikan
gambar tumbuhan putri malu (Mimosa
pudica) di samping ini! Tumbuhan ini umumnya tumbuh di antara
rumput-rumputan. Mungkinsecara tidak sengaja, kalian pernah
menyentuhnya. Apakah yang terjadi
pada daun-daun tumbuhan tersebut setelah tersentuh?
Tumbuhan putri malu akan segera mengatupkan daunnya satu
per satu. Mengatupnya daun-daun putri malu setelah tersentuh merupakan salah
satu cirimakhluk hidup (organisme)
yang ditunjukkannya, yaitu bergerak. Gerak yang terjadi pada tumbuhan
disebabkan oleh adanya rangsangan yang diterimanya, baik dari factor dalam
maupun dari faktor luar. Gerak ini terjadi dengan sangat lambat, tetapi memberikan
petunjuk pula bahwa tumbuhan memiliki kemampuan untuk menanggapi rangsangan atau
memberikan reaksi terhadap rangsangan yang diterimanya (iritabilitas).
Pada tumbuhan putri malu tersebut, rangsangan yang
diterimanya adalah sentuhan. Sentuhan menyebabkan terjadinya respon pada
tumbuhan, berupa gerakan mengatupkandaun-daunnya. Ada berbagai macam pengaruh rangsangan yang
diterima dan diresponoleh tumbuhan. Inilah yang akan kita pelajari pada bahasan
ini. Setiap makhluk hidup (organisme) mampu menerima dan menanggapi rangsangan
yangdisebut IRITABILITAS.
Salah satu bentuk tanggapan yang umum dilakukan berupa
gerak. Gerak adalah perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh sebagai respon yang diberikan terhadap rangsangan dari lingkungan dan akibat adanya pertumbuhan. Gerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan manusia.
gerak. Gerak adalah perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh sebagai respon yang diberikan terhadap rangsangan dari lingkungan dan akibat adanya pertumbuhan. Gerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang dilakukan oleh hewan dan manusia.
Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak
memerlukan adanya pindah tempat (tetap berada di tempat tumbuhnya).Gerak dapat
terjadi karena adanya pengaruh rangsangan (stimulus).
Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya
suatu gerak pada tumbuhan, antara lain:
cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan
tersebut, ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada
pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan.
Rangsangan yang menentukan arah gerak akan
menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau
menjauhi sumber rangsangan. Pada tumbuhan, rangsangan
disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata) yang masuk ke dalam sel melalui
celah antar sel (noktah) yang terdapat pada dinding sel.
disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata) yang masuk ke dalam sel melalui
celah antar sel (noktah) yang terdapat pada dinding sel.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas adapun
rumusan masalah yang diambil adalah :
1. Bagaimana
sistem gerak pada tumbuhan?
2. Ada berapa macam gerak pada tumbuhan berdasarkan
arah responnya?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme
sistem gerak pada tumbuhan
2. Untuk mengetahui ada berapa macam gerak pada
tumbuhan berdasarkan arah responnya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Gerak Endonom
Gerak endonom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan atau
faktor-faktor yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak endonom
disebut juga autonom.
Macam-macam
gerak endonom, yaitu:
- Nutasi :
Gerak spontan dari tumbuhan yang tidak disebabkan adanya rangsangan dari
luar.
Misalnya:
Gerakan aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata.
Gerakan aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata.

- Higroskopis :
Gerak
bagian tumbuhan yang terjadi karena adanya perubahan kadar air pada tumbuhan
secara terus menerus, akibatnya kondisi menjadi sangat kering pada kulit buah
atau kotak spora sehingga kulit biji atau kotak spora pecah.
Misalnya:
Pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, kembang merak, kacang buncis, kacang kedelai). Hal ini disebabkan berkurangnya air pada kulit buah. Kulit buah menjadi kering, retak dan akhirnya pecah sehingga bijinya terpental ke luar. Pecahnya kulit buah dan terpentalnya biji sebenarnya merupakan cara tumbuhan tersebut memencarkan alat perkembangbiakannya. Gerak higroskopis juga terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta) dan lumut (Bryophyta).
Pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, kembang merak, kacang buncis, kacang kedelai). Hal ini disebabkan berkurangnya air pada kulit buah. Kulit buah menjadi kering, retak dan akhirnya pecah sehingga bijinya terpental ke luar. Pecahnya kulit buah dan terpentalnya biji sebenarnya merupakan cara tumbuhan tersebut memencarkan alat perkembangbiakannya. Gerak higroskopis juga terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta) dan lumut (Bryophyta).
2.2 Gerak Etionom
Gerak etionom merupakan reaksi
gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar tubuh tumbuhan.
Gerak etionom disebut juga dengan gerak esionom. Rangsangan itu dapat berupa:
·
cahaya
·
sentuhan
·
suhu
·
air
·
gravitasi bumi
·
zat kimia
·
dan sebagainya.
Organ tumbuhan yang memberikan respon
terhadap rangsangan tersebut adalah: akar, batang, daun, bunga, buah atau
bagian dari organ tumbuhan tersebut. Berdasarkan arah respon, gerak etionom
dibedakan menjadi:
1.
gerak tropisme
2.
gerak nasti
3.
gerak taksis
1.
Gerak
Tropisme
Gerak Tropisme
adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya
rangsangan. Tropisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope,
yang berarti membelok. Bila gerakannya mendekati arah rangsangan disebut tropisme
positif sedangkan jika gerak responnya menjauhi arah datangnya rangsangan
disebut tropisme negatif.
Contoh:
1. Gerak
batang tumbuhan ke arah cahaya,
2. Gerak
akar tumbuhan ke pusat bumi,
3. Gerak
akar menuju air, dan
4. Gerak
membelitnya ujung batang atau sulur pada jenis tumbuhan bersulur.
Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme
dibedakan menjadi:
1.
Fototropisme
Fototropisme adalah gerak tropisme
yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Fototropisme
disebut juga heliotropisme. Fototropisme merupakan adaptasi
tumbuhan untuk mengarahkan tajuknya ke arah cahaya matahari yang sangat penting
untuk berlangsungnya proses fotosintesis.
Selain
itu, fototropisme ini berkaitan erat dengan zat tumbuh yang terdapat
pada ujung tumbuhan yang disebut auksin. Pada sisi batang yang terkena
cahaya, zat tumbuh lebih sedikit daripada sisi batang yang tidak terkena
cahaya. Akibatnya, sisi batang yang terkena cahaya mengalami pertumbuhan lebih
lambat daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya sehingga batang membelok
ke arah cahaya.

Gerak Fototropisme
2.
Geotropisme
Geotropisme adalah gerak tropisme yang
disebabkan oleh rangsangan gaya
gravitasi bumi. Geotropisme disebut juga gravitropisme. Geotropisme
positif jika gerak responnya menuju ke bumi atau menuju ke bawah, Misalnya:
gerak pertumbuhan akar. Geotropisme negatif jika gerak responnya menjauhi bumi
atau menuju ke atas, Misalnya: gerak pertumbuhan batang.
3.
Hidrotropisme
Hidrotropisme
adalah gerak tropisme yang disebabkan adanya rangsangan berupa air. Jika gerakan
itu mendekati air maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, gerak akar
tanaman tumbuh bergerk menuju tempat yang banyak airnya ditanah seperti gerakan
akar kaktus untuk mencari air.. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebut
hidrotropisme negatif. Misal,gerak
pucuk batang tumbuhan yang tumbuh keatas air.
Contoh gerak Hidrotropisme →
4.
Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak tropisme yang
disebabkan adanya rangsangan berupa zat kimia. Jika gerakannya Mendekati zat
kimia tertentu disebut kemotropisme positif. Misalnya : Gerakan akar yang
menuju unsur hara atau pupuk dalam tanah. Jika gerakannya menjauhi zat kimia
tertentu disebut kemotropisme negative. Misalnya : Gerakan akar yang menjauhi
racun.

Contoh gerak Kemotropisme →
5.
Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah gerak tropisme yang
disebabkan adanya rangsangan berupa sentuhan benda yang lebih keras. Misalnya:
Gerak pada tumbuhan yang memiliki sulur. Apabila sulurnya menyentuh benda keras
seperti tonggak kayu, maka akan terjadi kontak sehingga sulur akan melilit kayu
tersebut. Adanya sentuhan merangsang sel-sel tumbuh dengan kecepatan yang
berbeda. Pertumbuhan sel-sel pada daerah yang bersentuhan lebih lambat daripada
sel-sel pada bagian lainnya sehingga memungkinkan sulur dapat tumbuh melilit. Tigmotropisme
memungkinkan tumbuhan memanjat dengan bantuan objek lain sebagai penyangga
pada waktu tumbuh ke arah cahaya matahari.
2.
Gerak Nasti
Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan
namun arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Kata nasti
berasal dari bahasa Yunani, yaitu nastos yang berarti dipaksa mendekat. Oleh
karena itu, arah gerak dari bagian tubuh tumbuhan yang melakukan gerak nasti
ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri.
Contoh:
·
Menutupnya daun putri malu dan tumbuhan Venus
karena sentuhan
·
Menutupnya daun-daun majemuk pada tanaman polong-polongan
saat malam hari
·
Membuka dan menutupnya bunga pukul empat
·
Membuka serta menutupnya stomata
Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, gerak nasti
dibedakan menjadi:
1.
Fotonasti
Fotonasti
adalah gerak nasti pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan cahaya
matahari. Misalnya:
·
Bunga pukul sembilan yang mekar sekitar pukul
sembilan.
·
Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) yang akan
mekar pada sore hari dan menutup esok paginya.
Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) yang akan
mekar pada sore hari dan menutup esok paginya.
2.
Niktinasti
Niktinasti
adalah gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap. Istilah
niktinasti berasal dari bahasa Yunani, nux yang berarti malam.
Umumnya, daun-daun tumbuhan polong-polongan (Leguminosaceae) akan
menutup pada waktu malam. Daun-daun tersebut akan membuka kembali pada pagi
hari. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak “tidur” daun-daun tersebut
dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam persendian
daun.
Misalnya:
Gerak tidur daun pohon turi di malam hari, yang mengatupkan daunnya saat hari
mulai gelap.


Daun turi yang terbuka Daun turi yang tertutup
3. Tigmonasti
Tigmonasti
adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan mekanis berupa
sentuhan atau tekanan. Istilah tigmonasti berasal dari bahasa Yunani,
yaitu thigma yang berarti sentuhan. Gerak tigmonasti disebut
juga dengan seismonasti.
Misalnya:
Gerak mengatupnya daun putri malu karena terkena sentuhan. Respon mengatup (seperti layu) akan terjadi dalam waktu singkat sekitar 1-2 detik. Untuk kembali ke posisi semula, tumbuhan putri malu membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit. Mekanisme gerak ini juga disebabkan oleh pengaruh perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun.
Gerak mengatupnya daun putri malu karena terkena sentuhan. Respon mengatup (seperti layu) akan terjadi dalam waktu singkat sekitar 1-2 detik. Untuk kembali ke posisi semula, tumbuhan putri malu membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit. Mekanisme gerak ini juga disebabkan oleh pengaruh perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun.

Mimosa pudica
4. Termonasti
Termonasti
adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan suhu. Misalnya;
Mekarnya bunga tulip pada saat suhu udaranya sesuai. Bunga-bunga tersebut mekar jika mendadak mengalami kenaikan temperature, dan akan menutup kembali bila temperatur menurun.
Mekarnya bunga tulip pada saat suhu udaranya sesuai. Bunga-bunga tersebut mekar jika mendadak mengalami kenaikan temperature, dan akan menutup kembali bila temperatur menurun.

Bunga tulip
5. Haptonasti
Haptonasti adalah gerak nasti
yang terjadi pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh
sentuhan serangga. Misalnya : Menutupnya daun tanaman kantung semar dan Venus
ketika tersentuh serangga kecil. Jika seekor serangga mendarat di permukaan
daun, daun akan cepat menutup. Akibatnya, serangga tersebut terperangkap dan tidak
dapat keluar.
Contoh gerak Haptonasti →
6. Nasti
Kompleks
Nasti
kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor
sekaligus. Rangsangan yang diterima dapat berupa: cahaya matahari, suhu, air
dan zat kimia. Misalnya : Gerak membuka dan menutupnya sel-sel penjaga pada stomata


Stomata terbuka Stomata tertutup
3. Gerak Taksis
Taksis adalah gerak
seluruh atau bagian tubuh tumbuhan yang berpindah tempat dan arah
perpindahannya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Ditinjau dari macam
sumber rangsangannya, taksis dibedakan menjadi:
1. Fototaksis
Fototaksis
adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan berupa
cahaya. Misalnya : Klorofil (zat hijau daun) yang bergerak menuju arah
datangnya cahaya
2. Kemotaksis
Kemotaksis
adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsangan berupa zat kimia.
Misalnya : Spermatozoa yang bergerak menuju sel telur pada peristiwa pembuahan
(metagenesis) tumbuhan lumut (Bryophyta). Sel telur (ovum)
mengeluarkan zat kimia (gula dan protein) yang dapat merangsang spermatozoa
untuk bergerak mendekatinya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Gerak pada tumbuhan bersifat pasif, artinya tidak
memerlukan adanya pindah tempat (tetap berada di tempat tumbuhnya).Gerak dapat
terjadi karena adanya pengaruh rangsangan (stimulus).
Berdasarkan sumber
rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1. Gerak endonom :
Macam-macam
gerak endonom, yaitu: Nutasi dan Higroskopis
2. Gerak etionom.
Berdasarkan arah respon, gerak etionom
dibedakan menjadi:
1. Gerak tropisme
2. Gerak nasti
3. Gerak taksis


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !